8 Jebakan Usaha Yang Menimpa Pengusaha

Setiap pengusaha tentu menginginkan keuntungan yang besar, serta usaha yang bisa berkembang dan berjalan dengan stabil. Namun ada kalanya para wirausaha ini terjebak dalam situasi yang tidak menguntungkan dan bisa menjadi penyebab kehancuran usaha. Sebetulnya kita bisa saja dengan mudah menghindari atau mencegahnya seandainya saja sebelumnya kita bertindak lebih waspada dan hati-hati.

Banyak kasus para pengusaha pemula jatuh karena hal yang sangat sepele, seperti penjualan tanpa adanya pola, mengejar omzet besar tanpa penjualan rutin, hingga masalah hutang. Berikut beberapa jebakan usaha yang sering menerpa pengusaha.

8 Jebakan Usaha Yang Sering Menimpa Pengusaha

8 Jebakan Usaha Yang Sering Menimpa Pengusaha

1. Penjualan tanpa pola

Penjualan tanpa pola adalah terjadinya penjualan tanpa kita ketahui kenapa penjualan tersebut bisa terjadi, tanpa kita tahu kenapa orang tersebut mau membeli  produk kita, dan tanpa kita rencanakan penjualannya. Penjualan produk seharusnya terjadi sesuai rencana kita, sesuai strategi pemasaran kita.

Ada pola-pola penjualan yang bisa kita terka dan ikuti. Sebagai contoh, ketika kita berpromosi di facebook, maka akan terjadi penjualan dari orang-orang yang menjadi target kita difacebook tersebut. Penjualan tanpa pola hanyalah sebuah jebakan bisnis, karena bukan merupakan sebab akibat serta tidak juga memberikan jaminan akan tetap terjadi penjualan. Penjualan tanpa pola terjadi lebih karena faktor keberuntungan belaka, dikhawatirkan hanya sebagai keberuntungan pemula.

2. Terpukau omzet

Meningkatan omzet memang baik, tapi kita juga harus memikirkan margin profit dari omzet tersebut. Pencuma kita memiliki omzet yang sangat besar, namun keuntungannya hanya kecil sekali. Hal ini hanya akan membengkakkan biaya, dan juga kita sering tidak sadar memakai uang omzet tersebut karena merasa omzet yang besar. Padahal yang kita pakai adalah omzet yang harus diputar.

3. Penjualan berjangka tanpa penjualan rutin

Penjualan berjangka tanpa penjualan rutin seperti terjadinya penjualan besar dalam waktu yang lama seperti penjualan 6 bulan sekali atau 1 tahun sekali tanpa ada penjualan harian atau mingguan maupun penjualan bulanan yang lebih rutin sehingga tidak tercipta arus kas. Penjualan seperti ini sangat membahayakan, dan sering membuat kita terlena. Sebagai contoh, bulan ini kita mendapat penjualan Rp 200 juta, sedangkan selama 5 bulan sebelumnya kita tidak mendapat penjualan. Kita mungkin akan terjebak dan mengatakan penjualan saya Rp 200 juta, hingga terlena. Padahal yang sebenarnya adalah penjualan  Rp 200 juta tersebut dibagi 6 bulan dikurangi biaya dan pengeluaran selama 6 bulan tersebut. Baru bisa didapat keuntungan bulanan yang sebenarnya.

4. Utang Usaha

Utang memang bisa dijadikan sumber tambahan modal, namun utang harus segera lunasi saat kita mampu. Berutang pada bank memang bisa menjadi salah satu jalan guna memperoleh modal. Mengundur-undur waktu pelunasan utang bisa menjadi beban di masa datang. Banyak sekali usaha yang ambruk karena masalah utang.

5. Tidak Mengetahui Hal Teknis

Hal teknis seperti produksi barang, pengaturan tugas karyawan, pengaturan keuangan hingga mengontrol jam kerja karyawan merupakan hal-hal teknis. Hal-hal teknis seperti ini memang terlihat sepele dan membosankan, namun sangat perlu untuk diperhatikan guna kelancaran usaha.

6. Kerja tak kenal waktu

Banyak orang sukses yang terllu sibuk dengan usaha mereka, hingga hanya memiliki sedikit waktu luang. Jika suatu saat kondisi tubuh ambruk, maka usaha tidak bisa berjalan dengan semestinya karena terlalu tergantung pada kita. Seharusnya sebagai pebisnis sejati, keberhasilan juga diukur dari kebebasan menentukan waktu kerja hingga bisa memiliki waktu luang.

7. Tidak Fokus Pada Satu Bisnis

Adakalanya saat kita sedang tenang menjalankan usaha, tiba-tiba datang peluang usaha lain. Peluang usaha memang tidak datang secara terus menerus, namun jika kita mengambil semua peluang tersebut. Apalagi berbeda dengan dasar bisnis kita, kita tidak bisa fokus. Adakalanya bisnis utama kita ikut goyang karena kurang perhatian kita.

8. Patner Bisnis Yang Salah

Dalam dunia bisnis, ada pepatah mengatakan mending berteman karena bisnis dari pada berbisnis karena teman. Bila kita salah memilih patner bisnis, kita dapat mengalami berbagai masalah yang ujung-ujung membuat bisnis kita bangkrut. Hati-hati dengan jebakan usaha yang satu ini.

Itulah 8 jebakan usaha yang menimpa pengusaha. Jebakan jebakan usaha tersebut kadar sangat sepele, namun bisa membuat kita terlena dan justru masuk dalam jebakannya.

Baca juga artikel menarik lainnya yaitu:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *