Tips Memulai Usaha Angkringan di Desa

Tips Memulai Usaha Angkringan di Desa

Menjalankan usaha di desa tidak melulu menjalankan usaha pertanian saja. Selain usaha di bidang pertanian, masih banyak ragam jenis usaha desa yang bisa dijalankan salah satunya adalah angkringan. Namun memulai usaha angkringan di desa juga harus memiliki konsep agar usaha Anda cepat berkembang pesat.

Mengenai seperti apa tips yang bisa dilakukan untuk memulai usaha angkringan di desa, pada kesempatan kali ini kami akan bagikan informasi lengkap dan menariknya untuk Anda. Jadi, simak informasinya di bawah ini!

Tips Memulai Usaha Angkringan di Desa

1. Buatlah rencana bisnis terkait konsep angkringan

Jadi tips memulai usaha angkringan di desa yang pertama perlu Anda ketahui dan pahami adalah menentukan konsep dan rencana bisnis angkringan yang akan Anda dirikan. Anda bisa memperkirakan dulu apakah konsepnya tradisional, atau konsepnya kekinian.

Secara tidak langsung, konsep akan menjadi penentu bagaimana Anda akan membidik target market Anda nantinya. Jika memang target market yang Anda inginkan adalah anak muda, maka Anda harus membuat konsep angkringan kekinian dengan jenis makanan yang disukai anak muda.

Pastikan banderol harganya bersahabat jangan terlalu mahal karena harga juga menentukan daya beli target market Anda.

Jadi usaha di desa tidak melulu usaha pertanian atau usaha tradisional lain. Usaha angkringan di desa juga menjadi salah satu ide usaha menarik yang bisa dicoba.

Namun jika di antara Anda ada yang tetap ingin menjalankan usaha tradisional di desa seperti usaha pertanian misalnya, baca : Usaha yang Berhubungan dengan Pertanian, Cocok Untuk Usaha Desa

2. Tentukan target pasar dan pilih lokasi yang strategis

Area berjualan yang dibutuhkan untuk usaha angkringan tidak terlalu luas sebenarnya. Akan tetapi jika memang ingin mengakomodasi lebih banyak pembeli, tidak ada salahnya membeli atau menyewa sebidang lahan untuk warung angkringan dengan beberapa spot area dan tempat parkir yang cukup luas.

Dengan begitu Anda bisa mengakomodasi lebih banyak pembeli mampir di warung angkringan Anda. Usaha angkringan di desa bisa dengan modal yang terbatas atau modal kecil, namun tetap Anda harus memperkirakan semuanya sebelum memulai usaha ini.

3. Siapkan perlengkapan dan peralatan yang dibutuhkan

Segala kebutuhan baik perlengkapan atau peralatan berjualan harus Anda siapkan. Anda harus memiliki gerobak angkringan, kursi kayu atau meja, tikar jika memang lesehan, terpal, peralatan memasak dan peralatan makan serta minum pembeli.

4. Cita rasa adalah yang utama

Karena usaha yang Anda jalankan merupakan usaha di bidang kuliner maka cita rasa tetap harus menjadi hal utama yang Anda perhatikan. Pastikan Anda sediakan berbagai macam menu dengan cita rasa yang enak di lidah agar pengunjung atau pembeli betah membeli makanan di angkringan Anda.

Anda juga harus tahu nih, menu apa yang paling disukai oleh pengunjung. Nah, menu yang paling disukai pengunjung dan paling laris tersebut harus Anda siapkan dengan kuota menu yang lebih banyak dibandingkan lainnya.

Dengan demikian Anda tidak akan kekurangan menu tersebut dan menu lain yang kurang diminati porsinya atau jumlah ketersediaannya bisa Anda kurangi. Atau Anda juga bisa meniadakannya dan mengganti dengan inovasi menu yang lain.

5. Miliki ciri khas pada usaha angkringan Anda

Agar usaha angkringan di desa bisa tetap memiliki entitas, ciri khas pada usaha perlu Anda miliki. Secara kultural, angkringan adalah tempat yang nyaman untuk ngobrol, diskusi sambil makan. Jadi tak ada salahnya jika Anda mempertahankan hal tersebut dengan mengonsep angkringan sebagai tempat yang ramah untuk berdiskusi atau ngobrol.

6. Tentukan harga yang tepat

Harga makanan angkringan selama ini terkenal murah. Misalkan nasi kucing dibanderol dengan harga Rp 3.000,00 dan isinya beberapa sendok makan nasi putih dengan isian sambal teri atau orek tempe di dalamnya.

Meski sedikit, cita rasa yang dihadirkan mampu membuat pembeli membeli dua sampai dengan 4 bungkus sekali makan. Disinilah strategi marketing Anda di uji. Dengan menyediakan 1 bungkus makanan dengan banderol harga yang murah tapi porsinya kecil, Anda bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda.

Anda pun dapat menyediakan beragam lauk tambahan mulai dari sate telur, sate ayam, sate usus, sate tempe, sate tahu, aneka sambal, dan berbagai jenis lauk lainnya. Pasti pembeli akan mengambil tambahan makanan tersebut karena penasaran dan keuntungan Anda pun semakin berlipat ganda.

7. Jangan lupa promosi online

Meskipun Anda sudah punya tempat atau lapak berjualan, promosi secara online tetap Anda butuhkan. Dengan promosi online memanfaatkan berbagai sosial media Anda baik itu WhatsApp, Instagram, atau yang lain, akan semakin banyak orang mengenal usaha angkringan yang Anda jalankan.

Hal ini akan sangat baik. Jangan lupa maksimalkan pemasangan local listing supaya calon customer yang tahu promosi Anda bisa langsung datang ke lokasi Anda yang bisa mereka temukan melalui Google Maps.

Selain usaha pertanian atau usaha angkringan di desa, masih banyak ide usaha lain yang bisa dikerjakan di desa. Inspirasi peluang usaha di desa, baca : Ragam Usaha yang Cocok di Daerah Pedesaan, Cek Dulu!

Baca juga : Peluang Usaha Unik di Desa yang Patut Dicoba

Itulah berbagai macam ide usaha di desa yang bisa dicoba. Jika Anda niat memulai usaha angkringan di desa, tips dan trik usaha di atas bisa Anda pahami dan terapkan. Semoga usaha Anda sukses!

Tinggalkan komentar