Mempraktikkan Presentasi

Perlu Anda ketahui, presentasi pada dasarnya merupakan kegiatan memvisualisasikan ide. Sayangnya, banyak orang terjerat dalam jebakan klasik, yaitu menyajikan presentasi sebagai jiplakan alur pikiran. Itu sebabnya, tak jarang para audiens jenuh, bosan, dan mengantuk saat mendengarkan presentasi Anda. Untuk mengatasinya, Anda harus menguasai cara presentasi yang baik dan benar seperti yang akan kami bahas saat ini.

1. Mempersiapkan Diri adalah Kunci Utama Cara Presentasi yang Baik dan Benar

Dalam upaya mempersiapkan diri, hal pertama dan utama yang harus diperhatikan sebelum memulai presentasi adalah kontrol atau manajemen emosi. Istilah emosi dalam pemakaian sehari-hari berbeda dengan pengertian emosi dalam psikologi.

Mempersiapkan Diri Sebelum Presentasi

Dalam pemakaian sehari-hari, emosi mengacu pada ketegangan yang terjadi pada individu akibat tingkat kemarahan yang tinggi. Seorang direktur yang memarahi karyawannya karena keliru melaksanakan tugas-tugasnya sehingga berakibat buruk bagi perusahaan, biasanya dikatakan sedang emosi.

Singkatnya, orang yang berubah nada suara, raut muka, atau tingkah lakunya karena marah, biasanya diperingatkan agar jangan bertindak emosional.

Akan tetapi, emosi yang dimaksud dalam presentasi adalah segi psikologis. Contohnya, emosi gembira mondorong perubahan suasana hati seseorang sehingga secara fisiologi terlihat tertawa, sementara emosi sedih mendorong seseorang untuk menangis. Emosi berkaitan dengan perubahan fisiologis dan berbagai pikiran.

Emosilah yang sering kali menghambat orang untuk melakukan perubahan. Ada perasaan takut terhadap apa yang akan terjadi, rasa cemas, rasa khawatir, ada pula rasa marah karena adanya perubahan. Hal-hal itulah yang sering kali menjelaskan mengapa orang tidak mengubah polanya untuk mengikuti jalur-jalur menapaki kesuksesan. Hal ini sekaligus menjelaskan mengapa banyak orang sukses yang akhirnya terlalu puas dengan kondisinya, selanjutnya takut melangkah. Akhirnya, ia menjadi orang yang gagal.

Pada prinsipnya, emosi menggambarkan perasaan manusia dalam menghadapi berbagai situasi yang berbeda.

Menurut Atkinson (1983), emosi terbagi menjadi dua, yakni emosi menyenangkan dan tidak menyenangkan. Dengan demikian, emosi di kantor dapat dikatakan baik atau buruk hanya tergantung pada akibat yang ditimbulkan, baik terhadap individu maupun orang lain yang berhubungan.

Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pengertian emosi dalam ruang lingkup yang kita bahas kali ini (presentasi) adalah suatu reaksi tubuh menghadapi situasi tertentu. Dengan demikian, pengendalian emosi merupakan hal pertama yang harus Anda kuasai jika ingin menjadi presentator sukses.

2. Membuat Sasaran Penyajian

Setelah Anda mempersiapkan emosi dengan sebaik-baiknya, buatlah sasaran presentasi. Sasaran presentasi mencakup maksud, tujuan, dan target diadakannya presentasi tersebut. Tema yang harus Anda sampaikan dalam presentasi boleh jadi sudah ditentukan dan melaluinya, Anda dapat menetapkan sasaran-sasaran yang diharapkan.

Membuat Sasaran Penyajian Presentasi

Misalnya, jika Anda diminta untuk menyajikan presentasi tentang peningkatan kinerja karyawan sebuah perusahaan, presentasi Anda pastilah menyangkut etos kerja dalam perusahaan tersebut. Tujuan Anda. adalah mempresentasikan materi tentang etos kerja para karyawan. Target Anda adalah semangat kerja karyawan perusahaan itu dapat meningkat. Anda harus berkonsentrasi pada sasaran presentasi yang demikian.

3. Mengenali (Calon) Pendengar

Setelah sasaran presentasi sudah Anda tetapkan, langkah selanjutnya adalah mengenali calon pendengar. Ada dua tahap dalam mengenali calon pendengar.

1. Tahap memahami beragam pendengar. Pada tahap ini, Anda harus menyadari bahwa setiap orang berbeda. Lain kepala, lain pula isinya. Lain orang, lain pula sifat, watak, dan karakternya. Dengan keragaman itu, banyak pula kemauan, keinginan, dan tujuannya. Berikut beberapa jenis orang yang harus Anda kenali.

  • Ada orang yang memiliki sifat yang baik, ada pula yang memiliki sifat yang buruk. Kebanyakan orang menampakkan sifat-sifat yang baik pada waktu-waktu tertentu, kemudian menampakkan sifat yang buruk di waktu yang lain.
  • Ada orang yang memiliki watak keras, ada pula yang lembut. Terkadang, orang menampakkan wataknya yang keras, lalu tiba-tiba berubah menjadi lembut.
  • Ada orang yang memiliki kepribadian yang mengagumkan, ada pula yang membosankan. Kebanyakan orang memiliki kepribadian biasa-biasa saja.
  • Ada orang yang demikian bodoh, ada pula yang demikian cerdas. Banyak orang berada pada situasi antara bodoh dan cerdas.

Tahap mengetahui dan memahami calon pendengar. Ragam orang, sebagaimana disebutkan sebelumnya, niscaya menjadi pendengar presentasi Anda. Hal ini mengharuskan Anda untuk melangkah pada tahap kedua, yakni mengetahui dan memahami calon pendengar. Pada tahap ini, Anda harus mengenali calon pendengar dalam hal pengetahuan, sikap, serta kesukaan dan ketidaksukaan sebagai suatu petunjuk untuk menetapkan fakta dan pendekatan yang tampaknya akan lebih efektif dalam mencapai tujuan Anda.

4. Mempersiapkan Rencana Penyajian

Mempersiapkan Rencana Penyajian

Setelah mengenali audiens, Anda harus menyiapkan rencana penyajian presentasi. Adapun contoh persiapan rencana presentasi yang diajukan oleh Munaya P. Khauri adalah sebagai berikut:

  1. tema presentasi yang akan menjadi acuan dari semua materi yang akan Anda sajikan.
  2. Pokok-pokok pikiran yang akan disampaikan sesuai tema yang telah ditentukan,
  3. Bahan-bahan yang mendukung tema maupun pokok-pokok pikiran Anda,
  4. Kualitas dan karakter calon pendengar,
  5. Cara penyampaian (disesuaikan dengan tingkat kualitas pendengar)
  6. Tujuan dan target yang ingin dicapai,
  7. Rencanakan waktu yang akan digunakan (waktu bisa saja ditetapkan oleh panitia atau moderator meskipun ada limit waktu yang biasa digunakan, yakni antara 1-1,5 jam),
  8. Kemungkinan-kemungkinan pertanyaan yang diajukan audiens data strategi menjawabnya, serta,
  9. Alat-alat peraga pendukung presentasi yang dapat disiapkan sendiri atau minta kepada panitia.

5. Memilih dan Memilah Sumber-Sumber Materi

Cara presentasi yang baik dan benar

Tidak ada rumus jitu yang dapat menjamin penyeleksian materi yang sesuai, tetapi ada sejumlah pertanyaan berdasarkan akal sehat yang mungkin membantu, yakni sebagai berikut ini.

  • Apa yang menjadi sasaran atau tujuan dari penyajian itu?
  • Apa saja yang harus dimasukkan? Apa saja yang dapat disingkirkan?
  • Rincian jumlah seperti apa yang diperlukan?
  • Apa yang harus dikemukakan jika ingin mencapai tujuan?
  • Apakah cara terbaik untuk mengatakan hal tersebut?
  • Jenis reaksi atau tanggapan bagaimana dari pendengar yang diperlukan jika ingin mencapai tujuan?

Akhirnya, ujilah semua sumber materi berdasarkan pertanyaan “mengapa”. Jika Anda tidak dapat memperoleh pembenaran bahwa materi yang telah mendukung pencapaian tujuan, singkirkanlah dari penyajian Anda.

6. Mempraktikkan Presentasi

Mempraktikkan Presentasi

Setelah melakukan persiapan penyajian, Anda harus rnelatihnya dengan praktik. Berlatih dapat memberikan sejumlah keuntungan, di antaranya:

  • memberikan sikap tenang dan kepercayaan diri sehingga pendengar lebih siap mempercayai apa yang Anda bicarakan,
  • mengenali kekurangan dan perbedaan dalam materi yang dipersiapkan,
  • memberikan kesempatan pengenalan dengan materi sehingga kata-kata yang tepat akan muncul secara alamiah dan spontan,
  • memungkinkan Anda mempergunakan alat peraga untuk memperkuat penyampaian, bukannya saling tumpang tindih dengan penyajian yang sebenarnya, serta
  • mempermudah untuk mengantisipasi pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul, khususnya yang menimbulkan kesulitan.

Adapun cara berlatih yang dapat Anda lakukan adalah sebagai berikut.

  • Bacalah bahan penyajian itu dengan suara keras
  • Gunakanlah latihan di hadapan rekan sekerja yang berpengetahuan, sahabat, atau bahkan di hadapan sebagian orang yang akan menjadi pendengar presentasi anda,
  • Lakukan latihan di hadapan anggota keluarga mintalah masukan mereka untuk mengetahui tingkat kepahaman pendengar terhadap ide dan gagasan anda.
  • Jika tidak ada partner, latihan bisa Anda lakukan didepan cermin. Lalu, analisis cara dan gaya penampilan Anda sendiri.

Menilik keuntungannya, praktik atau latihan tersebut menjadi “wajib”. Jika Anda adalah penggemar Steve Jobs, tidak perlu heran mengapa ia mampu menyajikan presentasi dengan memukau sehingga Audiens “terkesima” dan “terhipnotis”. Sebab, sebelum menyajikan presentasi, ia telah berpuluh-puluh kali melakukan latihan,

Demikianlah beberapa fondasi dasar cara presentasi yang baik dan benar untuk Anda perhatikan dan ketahui agar terampil menyajikan presentasi dengan memikat dan menghipnotis penonton.

Baca juga artikel terbaik kami lainnya pada posting berikut ini:

Sumber:

https://biteable.com/blog/tips/how-to-make-good-presentation/

https://www.skillsyouneed.com/present/presentation-tips.html

https://www.ted.com/playlists/574/how_to_make_a_great_presentation

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *