Yuk Simak Cara Membuat Surat Perjanjian Pinjaman Uang

Langkah pencegahan adanya pertikaian kedua belah pihak, pembuatan surat perjanjian pinjaman uang sangat perlu dilakukan. Sifatnya yang resmi dan tertulis, bisa menjadi bukti kuat apabila salah satu pihak melakukan tindakan yang tidak sesuai dengan kesepakatan. Surat ini peting adanya, terutama jika nomimal uang yang dipinjamkan tidaklah sedikit. Agar tidak salah penulisan, berikut cara tepat untuk membuatnya.

Komponen Penting Dalam Penulisan Surat Pinjam Dana

Pada umumnya, hutang terjadi karena ingin menutupi kekurangan dana karena adanya keperluan mendadak yang harus segera dipenuhi. Setiap orang yang melakukannya, tentunya memiliki tujuan tertentu hingga memutuskan untuk pinjam sejumlah dana untuk memenuhi kebutuhannya. Tugas anda sebagai sang pemberi pinjaman, untuk memastikan kapan waktu tenggat pengembalian dana dan tujuannya melakukan hal tersebut.

Oleh karenanya, surat pinjaman ini pun hadir sebagai bukti kuat apabila ada salah satu pihak yang melakukan penyelewengan. Pembuatannya sendiri tidak bisa dilakukan sembarangan, mengingat sifatnya yang formal dan mencangkup berbagai informasi dari kedua belah pihak. Setidaknya ada beberapa komponen yang tercantum di dalam surat tersebut, agar semua data yang diberikan jelas dan tidak ada kesalahpahaman.

Cara Membuat Surat Perjanjian Pinjaman Uang

Beberapa komponen penulisan surat perjanjian pinjaman uang terdiri dari 5 poin, dimana setiap poinnya diharapkan sudah sesuai dan diisi dengan sebenar benarnya.

  1. Pasal pertama berisikan tentang perjanjian kerjasama, yang bertujuan untuk membiayaan modal kerja yang disesuaikan dengan nominal yang kaan dipinjamkan. Ketika nominal dana tertulis, maka tidak ada satupun pihak yang bisa merubahnya sesuka hati. Selain nominal dana, pasal satu ini pun dilengkapi dengan detail lainnya yang cukup membantu kedua belah pihak mentukan kesepakatan bersama. Detail tersebut meliputi tanggal, bulan dan tahun peminjaman dana serta tertulisnya kapan waktu dana diterima oleh pihak peminjam. Dengan tertulisnya detail pinjaman, membantu untuk menentukan tenggat waktu pengembalian uang yang dipinjamkan.
  2. Pada pasal kedua berisikan tentang jangka waktu pengembalian utang,  yang tentunya sudah disepakati oleh kedua belah pihak. Selain jangka waktu, pasal ini juga berisikan tenggat waktu pengembalian apabila melesat dari tanggal waktu yang telah ditetapkan. Apabila pihak peminjam tidak bisa mengembalikan utang hingga tenggat waktu berakhir, maka anda bisa menyelesaikan sesuai dengan kompensasi yang tertuliskan.
  3. Pasal ketiga berisikan mengenai jaminan yang akan diberikan serta kompensasi apabila terjadi keterlambatan. Hendaknya jaminan tersebut, memiliki nilai yang hampir sama atau lebih besar dari uang yang dipinjamkan seperti sertifikat tanah, sertifikat kendaraan, sertifikat rumah, dan masih banyak yang lainnya. Sedangkan kompensasi sendiri, bisa dibuat dengan kesepatakan bersama dan dituliskan pada surat perjanjian pinjaman uang.
  4. Pasal ke 4 berisikan tentang jangka waktu perjanjian, yang meliputi waktu kapan masa berlaku hutang ini akan berakhir. Fungsi dari jangka waktu perjanjian ini sendiri, sebenarnya seeprti memberikan keringanan bagi pihak peminjam utang untuk mengumpulkan sejumlah dana yang dipinjamnya hingga waktu tertentu. Tentu saja hal ini tidak bisa diputuskan dari satu pihak saja, agar tidak ada salah satu yang merasa keberatan atas kesepakatan tersebut.
  5. Pasal 5 tidak kalah penting seperti pasal lainnya, karena berisikan tentang bagaimana penyelesaian jikalau terjadi sebuah perselisihan. Pada pasal ini pula, tertuliskan bagaimana cara tepat untuk menyelesaikan perselisihan ini agar tidak berlarut larut. Hal inilah yang nantinya sangat membantu menyelesaikan masalah, bahkan ketika membawanya ke dalam ranah hukum sekalipun.

Baca juga artikel menarik lainnya:

Fungsi Dari Surat Pinjam Dana

Fungsi utama dari pembuatan surat perjanjian pinjaman uang ini tidak lain dan tidak bukan, adalah sebagai bukti autentik adanya keterlibatan utang piutang dari kedua belah pihak. Tapi tahukah anda, jika surat pinjam dana ini memiliki fungsi lainnya yang tak banyak diperhatikan ? Salah satu fungsinya, yaitu menjadi konfirmasi resmi antara beberapa pihak yang terlibat hutang piutang untuk menghindari adanya kesalahan penulisan identitas.

Dari adanya bukti pinjaman ini, kedua belah pihak mendapatkan konfirmasi terkait dengan besaran hutang serta waktu transaksi dana yang diberikan. Bahkan keterangan dalam surat ini cukup detail, sehingga memudahkan dalam menghasilkan kesepakatan bersama. Dari informasi ini, baik peminjam maupun yang memberikan pinjaman akan mengetahui jatuh tempo pengembalian serta besaran hutang yang diberikan.

Surat pinjam satu ini juga bisa dikatakan sebagai bukti kuat, untuk mencegah adanya kecurangan yang dilakukan oleh salah satu pihak. Tentu saja pihak peminjam akan merasa dirugikan, ketika jumlah yang ditagih tidak sesuai dengan kesepakatan. Namun dengan adanya surat ini, diharapkan tidak ada pihak manapun yang merasa dirugikan karena sudah sesuai dengan kesepakatan yang diberikan.

Baca juga :

Tips Pembuatan Surat Khusus Untuk Pinjaman Dana

Beberapa hal sangat penting dalam pembuatan surat perjanjian pinjaman uang untuk diperhatikan, karena hal ini mencangkup masa depan bagi kedua belah pihak. Bukan hanya memerhatikan komponen dalam surat semata, namun anda juga perlu teliti ketika mengisi surat tersebut. Pastikan bahwa semua data tersebut telah diisi sesuai dengan KTP, agar tidak adanya kesalahan data dan mudah dalam pelacakan apabila terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan.

Komponen Penting Dalam Penulisan Surat Pinjam Dana

Sebagai pemberi pinjaman, anda berhak tau tujuan debitur meminjamkan sejumlah dana. Hal ini agar tidak ada penyelewengan dana, dan uang yang dipinjamkan digunakan sebaik baiknya sesuai dengan tujuan awal peminjaman. Dengan begitu, baik sang peminjam maupun sang pemberi pinjaman tidak merasa dirugikan sedikitpun. Menuliskan surat perjanjian ini, pun dirasa tidak memberatkan pihak pihak terkait dan justru membantu mereka.

Dalam pembuatannya sendiri, ada beberapa tips yang bisa menjadi bahan pertimbangan untuk ditulis dalam surat tersebut. Yang pertama yaitu mengenai komponen yang harus dicantumkan, dimana semua pasal diharapkan terpenuhi dengan data yang benar. Tak hanya sembarang terpenuhi semata, coba teliti kembali apakah data tersebut benar adanya. Jika memungkinkan, mintalah sang peminjam untuk mengisinya dengan detail dan mudah dipahami.

Tips kedua yang perlu dipertimbangkan yaitu menghitung kembali dana yang dibutuhkan. Mungkin aset yang dimiliki saat ini cukup melimpah dan berlebih, namun bukan berarti anda tergoda untuk meminjamkan dana dengan jumlah yang fantastis. Ada baiknya berikan pinjaman yang sesuai dengan kebutuhan sang peminjam, agar digunakan dengan maksimal. Hal ini juga menjauhkan anda dari resiko tinggi, seperti ketidak sanggupan melunasi utangnya.

Ada kalanya, pihak bank ataupun pinjaman lainnya yang telah mengetahui aset serta penjualan akan merayu untuk membuat kesepakatan pada surat perjanjian pinjaman uang dengan jumlah besar. Namun jangan mudah tergiur untuk meminjam dengan nomimal tinggi, karena anda perlu mempertimbangkan kembali akan kebutuhan penting yang harus dipenuhi. Jika memang tidak terlalu dibutuhkan, lebih baik menolak tawaran tersebut.

Mengenal baik dengan pihak yang hendak meminjam dana, bukan berarti anda menjadi lengah dan tidak membuat surat untuk perjanjian tersebut. Padahal kehadiran surat satu ini sangat penting, untuk menghindari adanya kecurangan ataupun tidak sesuai dengan kesepakatan bersama. Dengan adanya bukti dalam bentuk tertulis, diharapkan pertikaian dapat diminimalisir dan tidak ada kerugian apapun pada kedua belah pihak yang terkait.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *